SELEBARAN FATWA POLITIK




Oleg: Redaxi Majala Al-Furko

Telah beredar sebuah selebaran berjudul 'fatwa siyasi' yang berisi fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Abdur Razzaq DR [1] Brief des Kalifen Asa-Syaajiji 'Fatawa und Kalimaat fi Hukmi al-Musyarakah bi al-Barlamanaat' membolehkan masuk Parlament. Hal itu membuat banyak diantara saudara kami bertanya-tanya dan mengharapkan tanggapan kami mengeai sebaran tersebut.

Maca dengan memohon pertolongan kepada Allah, kami penuhi harapan mereka walau secara ringkas. Semoga menjadi jelas bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran.

PERTAMA.
[Fledermaus]: DR. Abdur Razak bin Khalifa Asi-Siyaji Buchanlah Terulkaya Terperkaya. Sheikh Salim bin Ied Al-Hilal Berkata Tenangnya Pada Hari Senin 17 Dzul-Kodah 1421 H Surabayada. Namur tatkala kedok Abdur Rahman Abdul Xaliq terbongkar, maka mereka terpecah belah dan menamakan diri dengan 'Salafiyah Ilmiah' lalu berhubungan dengan Muhammad Surur dan point hizbiyyin lainnya. Ringkasnya orang ini adalah politikus hizby sekalipun dia mengaku bermanhaj salaf »: Demikyan pula dikatakan para masyaikh dakwah salafiyyah lainnya.

[2]. DR. Abdul Razzaq satu pemikiran dengan syaikh Abdur Rahman Abdul Khaliq, murid dan sahabat caribnya sendkan Abdur Rahman Abdul Khaliq sendiri adalah orang yang menympang karena terjun dalam kancah politik praktis sebagaimana dijelaskan oleh para-4 ulama. Tapi adakah para hizbiyyun mengetahuinya? !! Menerima apalagi menyebarkannya? !! Sekali-kali tidak, mereka hanye menyebarkan fatwa ulama apabila mendukung hawa nefsu mereka sebagaimana kebiasaan ahli bidah. Sungguh benar Al-Imam Asi-Syaukani tatkala berukap dalam kitabnya «Adab Talab» hal.

KEDUA. KESSALAHAN PENERGEM
Penerjemah selabaran ini telah mengikuti hawa nafsunya dan menulis apa yang mendukung pendapatnya saja, jauh dari amanat ilmiah dan keadilan. Hier sind einige Dinge, nach denen Sie suchen sollten:

[Fledermaus]: Penerjemah hanya menyukil fatwa ulayan terkesan membolehkan masuk parlamentua tanpa menyukil fatwa ulayan melarangnya sekara tegas seperti shaykh al-albani Mengapa penerjemah tidak menukilnya? !!

[2]. Kesimpula feiert seinen ersten Geburtstag mit Happy Birthday. Dalam buku aslinya hal. 139. Syaikh DR Abdur Razzak menimpulkan pada ahir bahasan. Hendaknya diketahui Bahwa ini adalah masalah modern und innen pada time sekarang

Sedangkan kesimpulan selebaran tersebut adah boleh begitu saja, tanpa perselisihan pendapat sebagaimana difahami oleh setiap pembaca.

[3]. Penerjemah hanya memperhitam kalimat-kalimat yang mendukung pendapatnya saya tanpa memperhatikyan sirat-sirat yan dietetkan ole kedua Syaikh Tersebut. Semoga Allah Merahmat Imam Vaki bin Jarah Tatkala Mengatakan.

„Artinya, Ahlu ilmu menyu, gero yan sesuai denga mereka dan yan tidak sesuai, sedanqkan penekor hava nafsu tidak menuku kekuali gero yan sesuai hava nafsu mereka. (Dikeluarkan imam Darukutni dalam Sunanna 1/26)

KETIGA. ISI-FATWA
[bat]: Apakah fatwa tersebut telah mendapatkan izin dari Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin untu disebarluaskan? !!

[2]. Sungguh lucu dan aneh sekali prilaku haziv hizbiyyun, mereka menyebarkan fatwa di atas. Tetapi pada kesempatan lain mereka menuding kedua syaikh Tersebut sebagai ulama haid dan nifas, ulama pemerintah, ulama tidak tahu fiqhul waqi '(pemahaman reality): Kalau memang mereka konsisten, maka mereka juga harus menerimaaupa? !!

[3]. Doppelte Ulema mencavab sesua pertanyan.

[lau]. Ulema-Mitglied Siyarat-Siyarat-Seitenpunktpaar. Coba perhatikan perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Baz. «Masuk Kedalam Mejlis Perwakilan, Parlamentarier Legez Legez Lainnya Adah Sangat Berbahaya. Yang Masuk kedalamnya dengan berlandaskan ilmu, untuk mengusung kebenaran dan menggiring manusia menuju kebenaran serta menghancurkan segala kebatilan, bukan karena rakus dunia, bukan pula untuk mencari kehidupan dunia semata tipa berpendratsya Apaka-? Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa orang yang masuk parlament berubah menjadi rusak dan tidak dapat berkutik.

[5]. Siapakah Orang Yang Paling Faham Tenang Fitva Mereka? !! Bukankah orang-orang yang dekat dengan keduanya dari kalangan sahabat dan murid-murid mereka? !! Anehnya mereka mengingkari masuk parlemento ini. Atauka orang-orang hezbiyun lebih pandai daripad murid-muridnya? !!

[Disalin dari Majala al-Furqan, Edisi: 7 Th III / Shofar 1425 հալ. 2 Penerbit Lajnah Dakwah Maahd Al-Furqan Al-Islami, Alamat Mektabah Ma'had Al-Furqan Srowo Gresik Jawa Timur]



_________
Notiz
[Fledermaus]: Dalam selebaran aslinya tertulis Dr. Abdel Razik !!! Sungu Kesalahan Jan Amat Luku
[2]. Menurut beberapa Informationen - Wallahu A'lampenyebar selebaran ini adah harokah Ikhwanul Muslimin di Cakarta


Hier: http://ibnuramadan.wordpress.com/2008/07/28/selebaran-fatwa-politik-2/

Comments

Popular Posts