MAKNA KULLU BID'ATIN DHOLAALAH




Oleq: Rytai. Abu Hudhayfah al-Atsari, autorius
--------------------------------------------------- ---
Menurut penafsiran / terjemahan mereka (ahlul bid'ah), Kullu itu bukan berarti semuanya / setiap.


Tapi kullu mereka terjemahkan = sebagian / sebagian besar.
KULLU DHOLAALATIN FIN NAAR = sebagian besar dholalah ke neraka.
Berarti ada sebagian kecil dholalah yang masuk Surga....
Ar gali Binneris? ....
Kalau gitu kita mint kepada merek untuk kasih account dong amalan dholalah yan bisa bikin masuk surga?
dievas tau padeda
-----------------------------------

Sebagian Ahlul Bid'ah kadang berhujjah dengan mengatakan bahwa lafazh 'kullu bid'atin dholalah' (semua bid'ah itu sesat) dalam hasits yang masyhur itu tidak benar-benar berarti 'kecuali' tanpa. Mereka mengkiaskannya dengan Biz Mengandong Wash "Chloe" Namun Artegna tidak "Simoys" turi pietinę yang grupę. Juokingi eilėraščiai:

„Angin yang mengankurkan segala sesuatu karena perintah Rabbnya, maka jadila mereka tidak ada yang kelhatan lagi kekuali tempat tinggal mereka. Demikianlah kami uzvi balasan kepada vargu ar yang berdosa“ (p. Al-Ahqaf: 25).

Mereka menatakan: „Lihatlah bagaimana Allah menghancurkan bahwa angin tersebut menghancurkan „segala sesuatu“ padahal tidak semuanya hancur, buktinya rumah mereka masih tersisa, demikian pula-uruuangt syurunuangt menghanuangt menghanuakriak, langit daamhybagi'tialami ya bertentang-ya ". kemaslahatan yang lebih besar, kami sengaja tak ingin mempopulerkannya kepada para pembaka agar tidak menim.bulkan must fitna,

KAIDA UNTUK MEMAHAMI MASALA INI
Memang Benar, Bahwa Kata-Kata Yang Bernada Umum Dalam Bahasa Arab [Seperti (visi), Isim Maushul ( kas/kas ), Isim Jeans ( insan, jin, stone, kota. Dalam bahasa arabų tadi masih berlaku mutlak, ataukah tidak.

Dalam ilmu ushul fiqih ada yan istilahnie 'ammun uriida bihil' generolas (general ungapan yan maksudnya memang general, ada pula 'ammun mahshuus khusus).
Kontoh Ontok Yang Pertama (Amon Yureda Behel Omum) Ilah Ayat-Ayat Prikot:
„Allah yang memelihara segala sesuatu ir Dia lah yang memelihara segala sesuatu “ (KS. Az Zumar: 62).
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yan pjaustymas, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penimpanannya... “ (KS. Hud: 6).

Imamas Asa Syafi'i menjelaskan bahwa kesemuanya ini merupakan yenis ungkapan umumi yang berlaku mutlak tanpa pengecualian [Lihat Ar Risalah, hal 53-54 karya Al Imam Asy Syafi'i. Taqi Al-Lama Seyyed Ahmad Muhammad Siaker]).

Demikian Bula Kteka Visagalis Dievas Mangatakan Bhawa Dia Mingitahui Segala Siswattu (QS. Al-Baqara: 29, 231, 282, įstatymas yra kilęs). Jelas keumuman ungkapan ini tidak boleh ditafsirkan dengan penafsiran lain karena tidak ada petunjuk atau qarinah yang menera ke penafsiran lainnya.

Allah Ta'ala bercerita tenang angin topan yang Membinasakan vargu ar 'Aad;
„Angin yang mengankurkan segala sesuatu karena perintah Rabbnya, maka jadila mereka tidak ada yang kelhatan lagi kekuali tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami Balasan yra Qom Yang Perdusa narys Kepoje “ (QS. Al-Ahkaf: 25).

Dalam ayat ini bahwa ungkapan „segala sesuatu“ tidak berlaku general, pavyzdys banyak yang dikecualikan. Hal in the browser tersirat dalam kelanjutan ayat ini sentiri, juga bisa kita fahami dari realita. Angin topan yang dikatakan menghancurkan segalanya tadi ternyata tidak menghancurkan langit, bumi, gunung-gunung, dan sebagainya. Ia Hanya menghancurkan vargu ar 'Aad saja, bahkan masih menysakan tempat tinggal mereka.

Nam kaan al quran menggunakan ungkapan umum sedang yang dimaksud hanyalah seorang. Seperti pada ayat berikut;
" (Yaitu) orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasool) yang kepada mereka hell orang-orang yang mengatakan: "mereka menjawab: "Kukupla Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebay-bike Pelindung " (QS Ali 'Imran) 173).

Dalam Tafsirnia, at-Tabari imamas, tegul Dievas jo pasigailima, Minibutkan Bahwa Yan Dimaqsud Dincan Kata (žmonės) Atao Orange Orange Yang Biografijos knyga [Lehat: Jami' al-Bayan fi Ta'zil al-Qur'an, 4/191 Tyrimas: šeichas Ahmedas Siakiras]).

Kesimpulannya suprasti apakah sebuah ungkapan yang Bernada umumitu masih berlaku mutlak ataukah tidak, kita harus memperhatikan berbagai qarinah (petunjuk) yang ada, baik dari kontekste akur

Kami Havatar, Dinqan Aqal Akalan Simasham Ini, Kilak Ada Yan Mungatakan Bahwa Shebda Dievo pasiuntinys, malda ir ramybė jam, Prikut Akan Desimbankan Paula Makanania:

per

Katanija Dar Ibn Omaras. Alacho pasiuntinys (ramybė ir Alacho palaiminimai jam) pasakė:
Alaydrus mangartikan sabde Nabi: ir kullu bidatan dholalah, dengan arti: semua bidah-yang bertentangan dengan shariat-adalah sesat. Kokia pagrindinė priežastis pakeisti situaciją su šviesa… lantas bagaimana kira-kira dia akan mengartikannya?

Absoliutus advokatas Danas McQuaidas
Pirlo Keita Kitahoy, Bhawa Dalam Bhasa Arabe, Ada Yang Namanya Absolute (Absoliutas / Tidak Terpatasi) Dan Muqhid (Tirpatasi). Pavyzdžiui, ilah kalau seseorang menətakan: "Hormatilah manusia". Ketika mendengar kata-kata ini, yang segera kita tangkap ialah bahwa kita diperintah untuk menghormati siapa saja yang masuk dalam class 'manusia', dan inilah yang disebut muthlaq.

Namun jika kata 'manusia' tadi diberi sifat tertentu, seperti 'yan beriman' misalnya; maka keumuman perintah tadi cadi terbatasi, sesuai dengan sifət yang dimilikinya. Sehingga dengan menətakan: „Hormatilah manusia yang beriman“, tidak setiap manusia boleh dihormati, akan tetapi hanya yang beriman saja yang boleh dihormati. Enella Yang Depot Limited (Terbataceae).

Ringkasnya, kokybiška yang dilekokra pada sesuatu terkadang berfungsi sebagai pembatas hakekat sesuatu tadi. Inilah salatu satu fungssi dari qaid (pembatas makna) yang dalam hal ini berupa kata sifat.
Kendatipun demikian, tidak semua kata sifat bermakna seperti itu, bahkan dalam beberapa tale kalimat ia beberakna law. Farhatikanas ir Farmanas Farmanullah ir Barikotas:

Bertama:
„Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tenang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya .

Kidwa:
„Orange-Orange Yang Periman, Qanqanlah Kamu Mimkan Ripa Dinqan Perlipat Qanda, Dan Pertakuala Kamu Kipada God Subaya Kamu Mendabat Kibruntan“. (Klausimas Ali Imranas: 130). Bolehkah seseorang menyimpulkan dari kata: "dengan berlipat ganda", bahwa jika riba yang dipungutnya tidak berlipat ganda maka halal bajina?
Sebagaimana yang kita ketahui, yang dimaksud berlipat ganda adalah lebih dari 100%. Berangkat dari sini, kalaulah boleh seseorang berdalil dengan mafhum (makna tersirat) dari ayat di atas, maka boleh baginya memakan riba yang kurang dari 100%. Boleh baginya meminjami uang 1 Rp. Jute chymodin meminta pelunasan sebesar Rp. 2 jut umpamanya. Ataukah Maksudnya Sekedar Pengkhabaran Akan Bentuk Riba di Zaman Cahiliyah Yang Pada Umumnya Berlipat Ganda…? Karenanya ayat ini Pun turku dengan bahasa yang sesuai dengan kondisi saad itu tanpa bermaksud Membolehkan riba yang tidak berlipat ganda. Bagaimana Menurut Saudara?

Serija:
(muziejus) Hacı Adalakh Bipraba Bulan Yan Dimaklomi, Parangsyaba Yan Mart Cow: 197.

Bolehkah seseorang menyimpulkan dari kata: „selama mengerjakan haji“, bahwa perbuatan fasik hanya dilerang ketika musim haji. Šimtai Ataukah ayat ini seperti ayat sebelumnya yan sekedar menbarkan kondisi musilm potensor. Yaitu keta berjuta orang berdesakan di arafa arba ketika melontar jumrah, thawaf, sa'i ir manasik haji lainnya; hingga manusia cenderung untuk berkata kasar kepada sesama muslim, atau main sikut, dan lain sebagainya; sehingga tidak bisa difahami bahwa perbuatan fasik adi boleh dilakukan di luar musim haji… Yang mana kira-kira?

Kimba R:
„...Dan janganlakh kamu paksha budak-budak vanitamu untuk melakukan pelakuran jika mereka menginginkan kesutsian, demi menkari keuntungan duniavi...“ (Kans Nur: 33).

Bolehkah kita menyimpulkan dari kata: "jika mereka menginginkan kesucian", bahwa jika para budak wanita tadi tidak menginginkan kesucian, maka kita boleh memaksanya melacur dan memakan uang hasil pelacuran tadi...?? Ataukah ayat ini seperti pendahulunya yang sekedar Memberi gambaran akan praktek mucikari di zaman cahiliyah; yang pada umumnya dengan memaksa budak-budak wanita untuk melacur, padahal budak-budak itu ingin jadi wanita terhormat… Ar jums reikia?

Aš giriu Dalam Masala eretikus:
Sepagian erezija Ada Yang Berdalil Dingan A Prikot Karina Tidak Faham Akan Kaida de Atas;

Itti Shetty
(Pranešė musulmonas)

„Barangsiapa menda-adakan dalam agama kami, yang bukan berasal dainya (agama); makka ia tertolak'. Dalam lafazh lainnya disebutkan: Barangsiapa mengamalkan sesuatu dalam agama kami, yang bukanya berasal dar maca amalan tersebut tertolak. [HR Musulmon Dalam Shahikhna, Hadith Nr. 1718])

Mereka menatakan: Penambahan kalimat 'yan bukan dariya' (agama), merupakan bukti bahwa tidak semua yan baru berarti tertolak dan sesat. Hanya yan baru yan tidak bersumber dari agama sajalah yan tertolak dan sesat. Andaikata semua hal baru adalah sesat, tentu nabi sallallahu aleyhi ve alihi ve sallam tidak akan menambahkan kalimat tersebut. Beliau sallallahu alayhi wa sallam akan langsung berkata, "Barangsiapa Membuat sesuatu yan baru dalam agama kami ini, maka ia tertolak"

Aukščiausiojo Korano hadisas, darykite 20–24]).

Pembaca yang budiman, mungkin setelah suteikia mungkin uraan di atas verilir akan berubah fikiran… atau setuju akan adanya rankomis yang tidak sesat dalam agama. Tapi cangan targasha-qasha, subhat di atas so labih dari sekedar permaynan bahasa saja; Yang Mangkin Karina Kilhayan Pinolesnia Dalam Birmin Kata, Akan Tarsamarkan Baji Orange Afam. Namun hal ini so akan mengelabui orang yang faham akan qaya bahasa arab; Yang Notabene teisėjas Bahasa al Quran ir Hadith Nabi, tegul Dievas jo pasigailėjo.

Bantakan Trehdhab rožinis:
Pertama : Apibrėžimas Marilah kita ingat kembali Heresy yang disebutkan oleh Al Jurjani pada pembahasan sebelumnya (Hal 35). Beliau pasakė:
Bid'ah ilah perbuatan yang menyelisihi As Sunna (Allah pasiuntinio atlygis, tepalaimina jį ir suteikia jam ramybę). Rankų darbo Dinamakan Karina Belaconia Mingada-Adakania Tanba Berlandaskan Bindabat Seorang Imam. Erezinė joga Prairti Birkara Paru Yang Tidak Perna Delakan Ole Para Sohbat Dan Pavaldinys, Dan Tidak Myrupakan Siswatu Yang Silaras Dengan Dalil Syarai [Apibrėžimai 1/13. Oleq Erjani]).

Dari Definisi di atas, dapat kita fahami bahwa yang namanyabid'ah itu harus menyelisihi ajaran Rasulullahhallallahu alayhi wa sallam, dan tidak selaras dengan dalil syar'i (Al-Quran Dan Sunnah). Berangkat dari sini, perkataan bahwa jika sesuatu yang baru (bida) itu bersumber dari Al Quran dan haveity, maka ia dapat ditherima ole agama, ditherima oleh Rasul-Nya, adalah kesalahan yang ujung fatal Baba Qurani Siniru – Du N Darrusal Gilesas Patelis.

Kedua: kata-kata 'yan bukan berasal dennya (agama)' dalam hadith di atas bukanlah sifat yan Membatasi, akan tetapi sifet yan meningkap bahva semua bid'ah hakikatnya bukanlakh berasal dari agama. Karena buvo įtraukta į Tarptautinę telekomunikacijų sąjungą iš Al-Quran və Hadits, bet yra ir islamo ITU siuntimo, ir bukano dianggap baru. Jelas sekali bahwa perkataan ini mengagung nenuoseklumas yang tidak mungkin diucapkan oole orange yang beracal, apalagi seorang rasul yang bly fasih berbahasa arabų ir Conductima wahyu dari Allah Ta'ala.

Memahami Mafhum Mutabar ir Mafhum Gairu Mutabar
Ketahuilah wahai saudaraku seiman, untuk memahami Al Quran tak cukup dengan akal-akalan və main qiyas semata; – Noriu pasakyti kažką panašaus.

Coba bayangkan bagaimana jadinya kalau Analogi seperti ini kitaapeutkan Ketika memahami Nash-nash Giles Akan Sisat Dan Menes Matka...Uca Allah iš Sepajimana:

Sesungguhnya Allah tiada segan semuat perrumpamaa berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perrumpamaa itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mənətakan: „Apaka Allahı günandırır? Tai pirmas kartas, kai paminėtas Dievo vardas ir pirmą kartą Nibui Petunyukui buvo duodami pinigai. Dan Tidak Ada Yang diseskail Allah kekuali arba yang fasik “ (p. Al-Baqara: 26).

Ne, jei tidak dibiarkan sesat Allah, kita harus mengindahkan kaidah-kaidah penafsiran dan jangan sekedar akal akalan dalam menafsirkan Al Quran maupun hadith of the Pranaš, sallallahu alayhi wa sallam.

Visos šlovės priklauso Alachui. Kaida Laconic diantaranya berbunyi:

Aprašymas Kai pasirodo dominuojantis ® išėjimas ®, tai ne jam.

[Anwar al-Barq kūnas Anwil al-Farquda 62 Oli al-Karafi; Mokitų islamas, Omaro knyga apie tai])

Maksudnya, Jika Sifat itu menunjukkan kondisi sesuatu pada umumnya, maka tidak boleh bagi kita menarik suatu kesimpulan yang berlawanan -alias mafhum -darinya, karena mafhum tersebut huklakama. Septi keta Allah melarang untak memakan riba yang berlipat ganda; mafhumnya ilah yang tidak berlipat qanda boleh dimakan. Nah mafhum seperti ini hukumnya tidak berlaku, Karena ayat ini berbicara tenang Ikiislamiškojo sektoriaus kontekstas Zaman, yang bada umumnya berlipat ganda.

Standartinis mengetahui hal ini ialah appabila kata sifat yang dijadikan penjelas adi sering kali kita jumpai dalam masalah yang digambarkan. Jei paruošimo kokybė yra senantiasa melekat padanya arba kita jumpai pada sebagian besar kondisinya, maka mafhumnya tidak berlaku dan tidak menjadi hujjah menurut icma 'ulama. Namun jika tidak demikian, maka mafhumnya berlaku menurut sebagian ulama yang berhujjah dengan mafhum [ir: Anwarul Buruq fi Anvail Furuq, al farqu 62, Ooleh Al Carafy])

Karinania, Kateka Dievas ateik, Ato Rasul-Niya, ramybė jums, Mnevati Siswatu Dinjan Sifat Atau Kidan Trento, Keita Tidak Pole Serta Mirta Manarik Kisembolan Terbalik Dari Lavaza Aslinia. Karina Terkadang Sivat Ito Bokan Bertindak Sibagai Pempatas Makna (Sivaton Makedah), Namon Sibagai Bening Kap Akan Hakikat Siswatu Tada (Sivaton Kasiyeva). Norėdami pasinaudoti komercijos galia, turite mokėti perskaityti skyriaus skyriaus eilutes, taip pat šias taisykles:

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; Dallah Allah Maha Mingitahui Laci Maha Bijksana“ (S: An-Nisa: 17).

Adalah Kunta Baji Sivatun Kasifa-da Kata Kata (nežinant) Dalamo eilėraščiai. Maksudnya sebagai kata sifat / keadaan yang menyingkap hakekat mereka yang berbuat jahat; yaitu bahwa setiap orang yang berbuat cahat adalah orang jahil, karena kejahilanlah yang mendorongnya untuk berbuat cahat.
Taigi kata „lantaran kejahilan“ tadi bukan sebagai siftun muqayyidah (kata/keadaan yang Membatasi kokybė). Karina Jika Tidak Demikian, Maca Tak Ayat De Atas Yalah Bhawa Topat Ito Khas Baghi Orange Jahel Yang Permaxiat Sto, Sidangkan Orange Alim Yan Permaxiat Tidak Pirlu Pertupat [HR Bukhari Nr. 6307 Dan ir Termidzi Nr. 3182]

Teismas Ali Dan Rasool-nia kekeliruan mirtinas!!

Subhat Lane Yan Dapat Kita Bantah Melalui Kaida di Atas Yalah Sebagay Berikutas:

إِنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلَالَةٍ لاَ تُرْضِي اللَّهَ وَرَسُولَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا (رواه الترمذي وقَالَ Tai gražus hadisas. )

Ketahuila, barangsyapa mengidupkan salah sati sunnahku yan telah mati sepeninggalku, maka baginya plowed seperti orang yang ikut mengamalkannya, tanpa mengurangi ploughed mereka sedikitpun. Mirka Sideton.

Hadith ini dicedikan įrodymas (kaminas: syubhat) oleh sebagian orang bahwa tidak semua bidah son itu. Šiuo atveju įmonės pavadinimas yra Dingan Minibut Bida dholalah (Yang Sisat), maka lujikanya Ada Bdeh Yang Tidak Dulala (Yang Sisat) [Mana Dalilin 1, Chal 22]).

BANTAXAN SABAHAT-INI:
Atnaujintas tyrėjas Abdul Rahmanas Mubarakpuri Dalam Banglasaniya Brigasab Hedayti De Atas Mingatakan Sibagai Brikut (Mingutip Kaban Siddik Hasan Khan):

"Penulis kitab Mirqaatul Mafaatieh Mengatakan: Nabi Shalallahu Aleyhi Waslam Membatasi Bid'ah disini dengan erezija yang dholalah unthuk mengekualikan erezija." Pendapat senada juga diungkapkan oleh penulis kitab Asyi'atul Lama'aat denam menambahkan: "Saya katakan [Yang berkat disini adalah Asy Syaih Shiddik Hassan Khan, rahimahullah]):" Kedua pendapat tersebut salah besar! Bid'ah, Abba Bentoknia bin Sindinia, Shallal Allah pranašas Alihi ir Salam Hindu Mingkualikan yra geras bid'ah, Niskaya Tak Akan Mingilaskan Dalam Haditzinya Bhawa: Ucapan beliau tadi pada dasarnya bukanlah qaid (pembatas) akanbid'ah. Nya Dalil Yang Menguatkan pendapat ini yalah firman Allah: {{ element kependetaan tadi dengan kata-kata: 'padahal kami tidak mewajibkannya atas mereka'. Allah perintahkan, kareena jika Dievas perintahkan tidak akan menjadi ali ile.] (Qs. Temir 27).

Adapun prasangka bahwabid'ah itu ada kemaslahatannya bagi agama, sekaligus mengukuja dan melarisannanya; bantahannya ilah Mohkam Allahu ta'ala: { Tikrai kai kurios abejonės yra nuodėmės } yang artinya: "Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa" (QS. Al-Hujarat: 12).

Saya tek habis pikir, apa makna ayat: " Sesunggunya sebagian dari prasangka itu dosa ", Dan Ayat: " Pada hari ini telah " (KS. Al-Maida: 3), rat kalaulah yang dimaksud yalah melariskan bideh..! ? aš esu dievas alangkah anehnya pendapat semacam ini... dan dungan mematican bidat brarty mingedup buvo metai? Sungguh demi Allah, agama Islam itu Lengkap, sempurna, dan so kurang sedikit pun. Ia tak butuh sedikit pun bundadap Bid'ah sebagai pelengkap. Turime (įrodymą) yang dikajungnya chakup banyak dan meliputi setiap perkara atau problem Baru yan akan mankul hinga hari kiamat. » Demikian sanggahan beliau dalam kitabnya Ad-Dienul Khalish secara ringkas.

Saya Katakana [Yanas Barakata iš Seni Yala Abd ar-Rahman al-Mubarakpuri, tegul Dievas jo pasigaili]:
„Sabda beliau sallallahu“ alayhi wa sallam yen berbuni (nuobodus bid'ah ) diriway matka dengan idhafah jadi, „dholalah“ merupakan būdvardis baqi bidah pažodžiui. Sedangkan kata sifət ini termasuk sifətun kaasyifah (yang quality menyingkap hakekat sesuatu); Bukan Sivaton Qiyadah Yang Mingkualikan yra gera erezija (Dari Yang Menes Matka erezija). Dalinya yalah shabda Nabi rahmatullahi alayhi wa sallam.

Adapun Shabda Beliau, Rahimahullah, Yan Barbuni ( kad patiktų Allahui ir Jo Pasiuntiniui ), Shari'ah Hadith Nr. 2601]).

Lebih suteikia itu, Hadith ini masih diperselisihkan kesahihannya. Meski At Tirmidzi menganggapnya Hassan - Hadith Dan Pelia Mimang Tirkinal Gambang Mengasankan, - Hadith Namun Salah Satu Birawi Katzir bin Abdullah bin Amr bin Auf Al Mazani provincijoje. Berikut ini kami nukilkan sanad hadits diatas selengkapnya; Imamas Tirmidhis – tegul Dievas jį palaimina ir duok jam ramybę – pasakė:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالِ بْنِ الْحَارِثِ … الحديث (جامع الترمذي, كتاب العلم, باب Haditas 2601, kuris yra Sunoje ir draudžia Bidą .

Abdullah bin Abdul Rahmanas Munjabarkan Kibada Kami, Katanija: Muhammad bin Uyaina Munjabarkan Kabada Kami, Dari Marwan bin Muawiyah Al-Fazari, Dari Katsir bin Abdullah – Yato: bin Amr bin Auf Al Mazani-, Dari Ayhaniyah, be peace and b Prolessing Alachas jam, ramybė jam, Ibn al-Haritai: ... Hadith“ (HRTirmidhi, nr. 2601).

Cacat turi savo ialah pada silsilah ravi yang bercetak tebal di atas. Norėdami išnaudoti visas galimybes, norime palikti komentarą vietiniams:

1 - Imamas Ibn Hibbanas, tegul Dievas jį palaimina ir duok jam ramybę:

Katheer bin Abdullah bin Amr bin Awf al-Muzani: Jis papasakojo iš savo tėvo, senelio Marwan ibn Muawiyah ir Ismail bin Abi Uways, kad šios kopijos neleidžiama minėti hadite. Knygos ar reportažai apie tai (al-Majruhi Nr. 2/221).

Katzir bin Abdullah bin Amr bin Auf Almazani. Ia meriway matka dari Ayahnya dari kakeknya. Sedang Yang kelionė jūra Katsiro dovana iš Marwan bin Muawiyah ir Ismail bin Abi Uwais. (Katsir ini) munkarul hasits ciddan [Keduanya merupakan jarhun syadied (kritinis pedaları), yang menjatuhkan hasits orang itu ke tingkat dha'if jiddan (lemah sekali) bahkan maudhu' (palsu)].

Ia meriwaykuja dari ayahnya dari kakeknya sekumpulan hasits maudhu '(palsu) ян tidak халяль untuk disebutkan dalam kitab-kitab dan tidak xalyalь untuk diriwaykuja. (Kitabul Majruhian 2/221)

2. Imamai An-Nasai, tegul Dievas jo pasigailėjo:

Bin Abdullah Bin Amr Bu Auf: Matruk al-Hadith (al-Kamil, Ibn Uday 6/58.) ).

Kataras bin Abdullah bin Amr bin Aufas; Matrukul Hadith 1) (Al-Kamil, ole Ibn 'Adiy 6/58).

3. Imamas Syafi ir Abu Daud -rahimahumallah-menifatinya dengan kata-kata:

Gulinčioji kolona (3/407 skalė )

Salah sata tiang daripada tiang-tiang kedustaan ​​(Mizanul Itidal, 3/407).[17]

4. Ibn Hajar al-Askalani-rahimahullah-berkata:

Katheer bin Abdullah bin Amr bin Awf al-Muzani al-Madani, silpna ir perdėta melą priskirti Mglai (Taqrib al-Tace – 2/39)

Kacir bin Abdillah bin 'Amru bin' Auf Al Muzani Al Madani: da'if, orang ian menduhnya duzani Al Madani pavyzdys: da'if, orang ian menduhnya Dalu akmens pavyzdys iš Bani Ban Menduhnya Dalu akmens iš Ban da Eban

Kesimpulannya, hadith di atas deracatnya dha'if jiddan ar tau minimum dha'if, sehingga tidak bisa dijadikan landasan dalam berdalil. Sebagaimana yang dinyatakan Oleh Al Albani iš Shahih ir Zaif Sunan At Tirmzi, Hadith Nr. 2677.
Prisiekiu Dievu.



Numeris: http://muslim.or.id/manhaj/ini-dalilnya-5-makna-setiap-bid%E2%80%99ah-adalah-sesat.html .

Comments

Popular Posts