APAKAH RAMALAN/PREDIKSI CUACA TERMASUK SYIRIK?




Penulis: Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaymin Rahimahul.

Prakiraan dan prakiraan cuaca, yang biasanya dibuat oleh Badan Meteorologi dan Geofisika atau badan serupa lainnya, tidak dianggap sebagai ilmu rahasia tetapi merupakan studi ilmiah tentang cuaca, angin, awan, dll. cuaca dapat mencapai 90% ketika ada satu atau dua hari tersisa, tetapi ketika telah mencapai lebih dari dua hari, tingkat akurasi berkurang sekitar 60% untuk akurasi. Prakiraan cuaca selama lima hari.

Jika demikian, kita dapat memahami bahwa prediksi ini hanya dapat diperoleh dari mempelajari kompleksitas iklim. Contoh sederhana dari kehidupan kita sehari-hari: jika kita melihat awan di langit yang gelap dan mendung, guntur, kilat, maka kita dapat memprediksi bahwa itu adalah tanda akan turun hujan. BMG sedang menyelidiki. Semua prediksi ini sah di bawah Shai.

Namun, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan; Pertama, orang harus percaya bahwa ramalan cuaca tergantung pada kehendak Allah, karena berapa banyak peramal cuaca di berbagai negara dan kota yang salah dalam prediksi mereka. Di masa lalu, Ibnu Amad al-Hanbali melaporkan peristiwa 289 H dalam Syadzarat Adz-Jahab 2/1999: Saya tidak perlu memanaskan diri dengan api dan mengubah air menjadi salju. »

Kedua, prakiraan cuaca ini sama sekali tidak termasuk dalam ilmu rahasia, karena dasarnya adalah penelitian ilmiah, seperti dijelaskan di atas, hasil penelitian terkadang benar dan terkadang salah. Oleh karena itu, tidak ada yang berwenang untuk mengkonfirmasinya, baik kepada mereka yang memberikan informasi maupun kepada mereka yang menerimanya. Prakiraan cuaca adalah prediksi dan ketentuan yang sangat berguna untuk kebutuhan manusia di bidang transportasi, pertanian, perkebunan, perikanan dll.

Oleh karena itu, tidak ada kontradiksi antara fenomena ramalan cuaca dan ayat Al-Qur'an yang mengatakan: 'Sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam kandungan. Dan tidak ada yang bisa (yang pasti) tahu apa yang akan dia perjuangkan besok. Dan tidak ada yang tahu di negara mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Luqman: 34)

Sebab ramalan tersebut tidak terkandung dalam ilmu gaib, melainkan berasal dari hasil studi kondisi cuaca, yang bisa benar atau salah. Dan itu selalu tergantung pada keputusan Tuhan. Karena itu, dilarang mengandalkan prakiraan dan prakiraan cuaca.

[Fatawa Lajnah Daimah 1/635, Majmu Fatawa Ibn 'Utsaimeen 5/271-272, Ahkam Syita 'bl 9-10 oleh Ash-Shaykh Ali bin Hasan al-Halabi].



Sumber: http://abiubaidah.com/donor-blood-dan-predict-cuaca.html/

Comments

Popular Posts