AKAL, DIDADA (QALBU) ATAU DIKEPALA (OTAK) ?




Pengarang : Abu Yusuf Abdurrahman.

Syekh Muhammad bin Saleh al-'Utsaimin (ra dengan dia) ditanya:
Apakah kepala di otak atau di hati?

Dia menjawab: Alhamdulillah, damai dan berkah atas Rasulullah, tapi kejahatan:

Allah ta'ala mengetahui hal ini. Dia tahu mata-mata berbahaya. Dia juga mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dada, yaitu hati (heart), karena hati ada di dalam dada. Hati, di sisi lain, adalah tempat akal, intelek, dan disiplin, seperti yang Tuhan katakan:

لَمْ الأرْضِ لَهُمْ لُوبٌ لُونَ ا ا

“Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi dengan hati mereka untuk memahami ayat-ayat Allah?”
[Surat al-Hajj, 46]

Selain itu, Allah berfirman (interpretasi artinya):

الا الأبْصَارُ لَكِنْ الْقُلُوبُ الَّتِي الصُّدُورِ

"Karena mata tidak buta, tetapi hati yang buta." [Surat al-Hajj, 46]

Alhamdulillah, ayat ini muncul berdasarkan keadaan manusia sekarang, serta keadaan manusia di masa lalu: di otak atau di hati.

Perumpamaan ini adalah masalah yang mengganggu para pemikir yang didasarkan pada sesuatu yang menyentuh. Mereka tidak mengembalikan solusi masalah ini kepada firman Allah dan kata-kata Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya). Padahal, yang jelas pikiran ada di hati dan hati ada di dada.

Tuhan tidak berkata, "Hati ada di kepala."
Masalah ini sangat jelas bahwa pikiran ada di hati. Hal ini ditegaskan oleh sabda Nabi (damai dan berkah Allah besertanya): “Dan ada bagian dari daging di dalam daging. Jika daging ini baik, maka seluruh tubuh baik, dan jika daging baik, jika buruk, rusak seluruh tubuh. Jantung." Mengapa menyangkal kesaksian Allah dalam buku ketika Allah adalah Pencipta dan Mengetahui segala sesuatu dan Sunnah Rasulullah (damai dan berkah besertanya)? Dalam hal ini, kewajiban kita untuk menolak pemikiran yang bertentangan dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) dan menempatkan kita di bawah kaki kita, dan kita tidak peduli.

Karena ketika otak memproyeksikan dan menyiapkan gambar, ia mengirimkannya ke hati, dan kemudian hati menjanjikan atau melarangnya. Siapkan semua yang ada di otak lalu berikan ke hati, seolah-olah sekretaris yang berjanji atau melarang. Dan itu tidak jarang.

لا

"Apakah kamu tidak melihat?" [Surat az-Zariyat, 21]

Ada hal-hal aneh dalam tubuh kita yang membingungkan pikiran kita. Dan ini karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Jika dagingnya baik, maka tubuhnya juga baik.” Jika hati tidak memiliki hak untuk mengatur, tidak dapat dikatakan, "Bila daging baik, tubuh baik, dan ketika daging buruk, seluruh tubuh buruk." Jadi hati adalah tempat dan pengatur pikiran manusia. Namun, tidak ada keraguan bahwa itu terkait dengan otak. Jadi ketika otak rusak, maka akal dan pikiran juga ikut rusak. Dia memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kepalanya ada di hatinya dan hatinya ada di dadanya.

لَكِنْ الْقُلُوبُ الَّتِي ال

"... tapi hati orang buta itu ada di dadanya." [Surat al-Hajj, 46]

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
[Syarh Riyadhuren Shalihin, Volume 1, Bab Muraqabah. Diterjemahkan dari http://www.sahab.net/home/?p=209 .



Sumber: http://www.facebook.com/groups/132093920201459/permalink/263326353744881/

Comments

Popular Posts